Selasa, 11 Agustus 2015
09 Februari 2006
Assalamu alaikum wr, wb
Happy valentine, semoga gak terlambat atau gak kecepatan ya, kalau pak posnya baik hati pasti tepat waktu, aku lihat temen-temenku sibuk ma coklat, pita, hadiah, dan masih banyak lagi. Tahu gak, aneh rasanya hari yang biasa dilewati berdua, dilewati sendiri, ini valentin pertama yang kulewati ma seseorang, yang tentunya entah berada dimana kamu berada, soalnya tahun lalu aku lewati ma sahabat-sahabatku yang manis-manis. Tapi aku rasa hari apapun, adalah hari kasih sayang kok. Kalau cuma tanggal 14 februari, berarti hari-hari lain kasih sayang berkurang (bercanda). Di hari valentin ini aku mau ucapkan makasih, atas semua cinta, kasih sayang dan juga perhatian dan kejujuran kamu ke aku, aku minta maaf jika aku tak bisa membalas semua yang telah kamu berikan ke aku, makasih juga atas puisi-puisi kamu tentang aku, aku gak tahu harus mengatakan apa tentang puisi-puisi kamu itu, kamu gambarkan aku sebagai sesuatu yang indah, tapi aku gak mau keindahan yang kamu temukan esok tak seindah yang kamu lukiskan di puisi, aku tak ingin kita saling kecewa, walaupun kamu berkata aku sudah tidak memiliki rasa kecewa, sebagai manusia biasa kita pasti memiliki rasa itu, aku gak tahu sebatas apa menyayangi kamu, dan kapan aku wujudkan puisi kamu tuk mencintai tanpa aku tahu akan dirimu, cinta akan datang jika seseorang telah mengenal siapa yang akan dicintainya.
Mimpi ini,
indah,
bahagia,
segera bangunkan aku,
usik mimpiku ini,
jika sang surya telah bertahta,
dan ku buka mata,
bukan kau yang kulihat,
bukan dirimu disampingku,
ku takut, dampingi aku,
ku meragu, yakinkan aku,
ku cemas, tenangkan aku,
haruskah ku teruskan mimpiku,
bangunkan aku,
Mungkin ini surat aku yang terakhir, dalam tiga bulan ke depan, tahu kan kenapa? Maret mid semester, april ujian praktek dan finalnya di mei, doakan aku ya, agar aku dapat melewati tahap ini dengan lancar.
Sejak ibu tahu ada seseorang di hati aku, ibu mulai mengurangi rasa kepercayaannya ke aku, aku mulai merasa risih, ibu mulai mengacak-acak buku aku, aku gak tahu beliau membaca surat kamu atau tidak, semoga tidak. sejak aku cerita, suratmu selalu berada di binder, dan ada di tas sekolahku, aku selalu membawa surat kamu, aku gak tahu kenapa ibu kita bersikap sama, mungkin mereka sayang banget sama kita. aku puasa aja, ibu berfikir kalau kamu yang suruh, trus tanya “kok sekarang irul gak pernah sms lagi?”
Oh ya, hape sudah kamu bawa terus apa belum? Aku gak bisa sms kamu setiap saat ya? Hape kamu gak bisa getar, kok bisa misscall aku membangunkan seluruh keluargamu? Keras banget suaranya? Maaf ya, kamu jadi kena omel, soal kumbang dan bunga biar waktu yang menjawab, karena waktu selalu menjawab dengan benar, iya kan? Kalau mereka datang kita sambut, jika itu terbaik, dan kita menghindar jika ingin, aku rindu banget kita bisa seperti dulu, ngomong sana, ngomong sini, walau hanya dalam sms, kalau aku lulus nanti surat kamu gimana? Gak mungkin dialamatkan ke sekolah aku lagi kan? Dan gak bisa dialamatkan ke rumahku, iya kalau aku dirumah dan terima surat kamu, kalau ibu yang dirumah dan membaca surat kamu, gimana? Lagian pak pos gak pernah ke rumah aku, jalan ke rumah aku sulit. Kalau dicari orang yang belum tahu lokasinya, sebenarnya dekat dengan jalan raya utama semarang solo. Tapi...
Aku mau cerita, hari rabu kemarin guru bahasa inggrisku mengundang anak-anak sekolah internasional (SI), untuk melatih kami berbahasa inggris secara lisan, yang datang dua kelompok, yang datang pagi masih anak-anak smp. Dan mereka trauma karena dulu pernah datang ke salah satu sekolah di salatiga, dan mereka dicuekin, anak-anak salatiga malah bicara pakai bahasa jawa, kata guruku ada yang tidak mau turun dari bus mereka, mereka di pertemukan dengan anak-anak bahasa dan ips 1. Gak begitu lancar karena anak ips banyak yang lebih suka bicara sendiri, yang datang agak siang sebaya dengan kami, karena takut seperti pagi hari, antara ipa 2 dan ips 2 gak jadi satu, tetap di kelas masing-masing, kami buat kelompok 7-9 anak, lalu ditemani satu tamu dari SI. Kelompokku di temani tamu dari korea, orangnya lucu, temenku sih yang banyak tanya pakai bahasa inggris, kalau aku? Aku gak bisa mengutarakan secara lisan, banyak pertanyaan yang jawabannya malah pakai bahasa indonesia, waktu ditanya apa yang kamu suka dari indonesia, jawabnya lucu banget, “harga-harga murah”, katanya. Rambutnya merah gitu, terus sering garuk-garuk kepala, Itu pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan, walau usia sama tapi badannya tinggi besar melebihi anak-anak indonesia.
Kenapa pak kyai kamu tanya gitu ma kamu? Saat mantan kamu keguguran? Sepertinya berprasangka buruk ma kamu, atau kamu memperlihatkan kebencian ma mantan kamu, soal surat kamu tentang si a dan si b aku kira itu kamu, tanggapan aku, kalau allah sudah berkehendak, pasti akan terjadi dan mereka telah ditakdirkan bersama, terus soal jadi guru, kamu pasti pandai bicara, dan aku gak kayak gitu, satu hal lagi yang belum kamu tahu, aku terkenal pendiam di keluargaku, mereka bilang kalau gak ditanya aku gak akan ngomong, rasanya males aja kalau ngobrolnya ma saudara yang usianya terpaut jauh, kayaknya gak ada yang mau di omongin. Soal foto, ini foto kau waktu di ampel, sayang yang lain gak begitu bagus jadinya.
Aku sempat bingung, jadi gak kasih kamu foto, kalau kita gak jadi bersama, trus foto aku kamu apakan? Ya akhirnya aku putuskan untuk kasih foto yang ini,simpen baik baik ya, di surat kamu bilang kalau kamu serius dan aku masih pingin happy-happy, lalu apa itu gak membuat kamu merasa kecewa atau sakit hati? Udah dulu ya, suratku kali ini, semoga kita bisa bersua esok, doakan aku ya.
Biarlah air terus mengalir
Kita ikuta saja kemana dia akan mengalir
Wassalamu alaikum, wr, wb.
Tuhan,
kau tahu apa yang kurasa,
dia datang ke dalam hati yang penuh angan,
aku tak kuasa,
aku tak berdaya,
bukan pencinta,
bukan pula pembenci,
aku hanya kalah dalam perasaan,
tuhan,
bila kuijinkan,
biarlah rasa ini tetap ada,
mengisi relung jiwa,
menemani semua asa di dada.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar