Senin, 11 Mei 2009

04 desember 2005

Assalamu alaikum wr.wb
Kamu ingin tahu tentang aku saat aku ama “dia”? aku belum pernah ngapa-ngapain ma dia, kita cuma jalan bareng, jemput sekolah, gak lebih. Soal surat, gak tahu kenapa pos cepu lebih cepat sampai daripada pos salatiga. Kamu pos kan hari senin, sampai ke aku hari rabu, aku balas pos kan hari kamis, e...sampainya senin, surat kamu yang ke dua, kamu pos kan hari senin juga, tapi karena aku poskan hari sabtu nyampainya hari rabu, yang ke tiga kamu pos kan hari jumat, cepet banget sabtu udah nyampai, dari cepu 3 bahkan 1 hari sudah nyampai, tapi dari salatiga harus nunggu 4 hari mungkin lebih, kalau yang ini gak mungkin aku pos kan hari ini juga, kan kantor posnya tutup.
Kamu mungkin udah lebih banyak tahu tentang aku, dari pada aku yang tau kamu. Ya begini aku, egois, cuek, plin-plan, kekanak-kanakan, ya masih banyak lagi.
Kamu jangan ngaco dong! Bukan nunggu warisan, tiap tanggal 8 mbah kakung ku dapat uang pensiun, nah aku cucu terakhirnya, jadi aku masih dapat bagian, lumayan buat jajan.
Kamu dulu kan pernah SMA, gimana rasanya? Sama gak ya? Sama rasa saat ini pada diriku.
Kamu bener-bener rindu aku ya? Kita bisa ketemu, kalau kegiatan masing-masing gak tubrukan, sabar aja, aku senang kalau kamu tak ingin gila karena cintaku. Memang itu yang seharusnya. Untuk mengobati rindumu aku tuliskan puisi ya...

Di malam gelap
Di temani angin malam
Di iringi rintitk hujan
Di tunggui detik jam dinding
Aku sendiri...
Berharap kau ada di sini
Menghiasi mimpi
Tak ingin kuakhiri
Hingga mentari berdiri.

Awas jangan ketawain puisiku ya...aku paling gak bisa merayu, kalau aku sedang senang atau sedih, aku nulis puisi, buat melukiskan isi hati. Ingin nulis lebih, tapi nanti kamu ketawain, dan kertas juga udah gak muat. Udah dulu ya...
Wassalamu alaikum wr.wb
faradiba

Minggu, 10 Mei 2009

25 November 2005

love lift us where we belong
far from the world we know
up where the clear winds blow

assalamu alaikum wr.wb
gimana kabar hari ini? Semoga dalam keadaan happy. Tau gak? Saat kamu berterus terang, aku benar-benar bingung. Salahkah keputusan yang kuambil? Kenapa bisa terjadi? Kenapa saat awal dulu, aku selalu bertanya, apa kau tak takut di bohongi jika hubungan di jalin lewat sms, aku juga berkata: aku takut. Tapi kamu selalu meyakinkan aku. Bahwa kalau kita sudah komit, maka tak ada kebohongan. Akupun percaya kamu. Mungkin jika aku tak membuka hatiku dan menjawab pertanyaanmu malam itu, apakah kamu akan terus membohongi aku? Berbagai pertanyaan muncul di kepalaku, aku benar-benar bingung...kenapa tak kau katakan sejak awal? Sulit rasanya percaya pada seseorang yang sekali telah berbohong. Apalagi sebuah nama. Semalam aku coba merenung, aku telah mencoba memaafkan kamu. Allah saja bisa memaafkan kenapa aku tidak? Akhirnya aku memaafkanmu, pagi itu...
kamu buat aku bingung lagi dengan berkata: sms ini mungkin yang terakhir, aku tak akan mengganggumu lagi. Ditambah syair sheila on 7 yang kamu tulis. Apa kita akan putus??? hubungan yang baru beberapa jam itu...aku bingung...apa mau kamu? Aku sms kamu dengan berharap sms tadi bukan yang terakhir. Dan jika kita putus aku akan menganggapmu sebagai kakak. Aku tak ingin jika kamu mengulangi kasalahan yang sama dengan mengalihkan ke rokok, karena aku paling tidak senang dengan itu. Maka aku katakan: aku sayang kamu, apalagi kamu bilang kamu tak tau akan melangkah dan tiba-tiba berdiri di jembatan. (aku tak tahu seberapa tinggi?) dan kamu juga bilang jatuh dari motor karena melamun tetapi alasan kamu adalah kamu seorang seniman. (tak masuk akal) awalnya aku ingin anggap kamu sebagai kakak, lagi-lagi kamu bilang kamu tak mau anggapan kakak dariku. Itu buat aku bingung lagi,
memang benar aku tak mau dianggap gadis yang putuskan sesuatu dengan seenaknya, belum apa-apa aku sudah minta putus. Sekarang bagaimana dengan beda usia? Memang itu bukan suatu hal yang dasar, tapi bagaimana dengan pola pikir kita yang berbeda. Kamu yang dewasa berpikir jauh ke depan, berpikir jauh, sedang aku anak manja, yang masih berfikir untuk bersenang-senang, belum berfikir ke arah yang terlalu jauh, yang hanya ingin melewati hidup, dengan happy sesuai arusnya, mengikuti arah angin yang membawa, untuk jarak yang jauh aku tidak fikirkan, karena memang aku tidak terlalu suka dengan dua anak manusia yang setiap saat berjalan berdua, bergandengan tangan, berduaan, karena menurutku itu bukan suatu hal yang harus di pamerkan.
Temen-temenku biasa menyebut “dunia milik kita berdua, yang lain ngontrak” aku tidak terlalu setuju dengan pendapat itu. Karena kita hidup di lingkungan yang bertetangga, maka jika satu pasang mata saja melihat ke dua anak manusia itu, bisa menggemparkan sebuah kampung. Mungkin cara berfikirku lain dengan temen-temenku yang menganggap mudahnya cinta berganti.
Kalau kamu memang mau ke salatiga, aku belum bisa ajak kamu ke rumah, karena aku anak gadis yang terakhir, maka ortu agak lebih ketat menjagaku. Mungkin jika kamu datang ke rumahku, kamu akan diinterogasi dengan beribu-ribu pertanyaan, akupun juga.
Mungkin ini akan menjadi suatu keadaan yang berbeda bagi kita, kamu yang pernah jalan dengan wanita-wanita dewasa seusia kamu, dan aku yang pernah sekali jalan dengan cowok seusiaku. Sekarang antara kamu yang dewasa dan aku yang manja.
Aku harap kamu datang ke salatiga saat hari libur, karena aku kan masih sekolah, gak lucu kan aku mbolos hanya untuk sesuatu yang dianggap orang tua hal yang mengganggu pelajaran. Inginnya besok minggu tanggal 27, tapi surat ini pasti belum nyampai, kalau tanggal 4 aku gak bisa, soalnya mau latihan senam ma teman-teman (tugas dari guru olahraga) gimana kalau tanggal 11 minggu? Kamu bener-bener gak ada sedikitpun gambaran tentang salatiga? Kalau aku ya gak berani jemput di solo apalagi di terminal.
Kalau dari terminal solo kamu naik bus jurusan semarang-solo, mungkin kurang lebih Rp.8.000,- sampai salatiga, kalau di tanya turunnya, turun salatiga, jangan semarang (kelewatan)
Setelah sampai di salatiga, terminalnya tingkir, jangan turun dulu, nanti kamu melewati ABC, pasar sapi, pasar jetis, kemiri (kauman), terminal lama, terus saja nanti turun di rawa permai (pemandian) di sana kita ketemu, kamu dari cepu pagi ya...moga gak kesasar.
Kalau kamu mau nelpon aku, malem aja ya...jam 10 ke atas, walau ngangkatnya sambil ngantuk tapi lebih baik daripada ditanya-tanya ortu, atau siang setelah pulang sekolah, jam setengah dua. Sorry...saat kamu nelpon, aku lagi nulis surat, dan kalau aku jawab telpon kamu nanti di tanya-tanya mami. Sorry ya...
Eh sadar gak kamu? tulisanku terlalu banyak dan makin lama makin tak berbentuk, habis besok ulangan, tapi aku belum belajar, malah nulis surat. Udah dulu ya...
Wassalamu alaikum wr.wb
NB : Aku gak mau di bilang matre kalau menerima pemberian kamu, apalagi yang kerjakan kamu. Sorry aku gak bisa tepati janji untuk tidak menulis yang aneh-aneh. Abis itu isi hatiku.
Jl. Pundung Sari RT 01 / RW XI
Bancaan Sidorejo Lor
Salatiga Jateng
(Bapak Muchlis)
Foto kamu mana? Kalau kirim surat tetep ke sekolah ya...
faradiba

Sabtu, 09 Mei 2009

16 november 2005

a message from the heart
happiness is having a friend like you

Assalamu alaikum wr.wb.
Gimana kabar hari ini? Lagi gak bete kan? Kalau mau ke salatiga jangan sampai ke solo, Naik bus jurusan solo semarang, Bisa turun di Jetis atau Terminal Bawen. Soal kamu ajak kenalan teman-temanku, Aku gak marah kok. Buat apa aku marah? Toh aku bukan apa-apa kamu. Aku cuma kasihan sama temen-temenku, kalo sms kamu dibaca sama cowoknya gimana? Atau aku pakai nomer temen cowok, Berarti kamu mau ajak kenalan cowok ya?? (bercanda lho)
Aku juga mau cerita, Bulan Ramadhan kemarin aku dapat sms dari orang yang ngakunya bernama Ino. Rumahnya Soko (dekat sih dengan rumahku) Aku tanya, Dia dapat nomer aku dari cowok temenku. Padahal aku gak pernah ketemu ma temenku itu. Apalagi kasih nomer ma cowoknya.(malah gak kenal!!) Abis itu kamu sms, ngaku kalo dapat no dari Susanto.(wah siapa lagi tuh?) aku sms dan aku miscall gak ditanggapi, malemnya ada nomer baru masuk yang melarang aku menghubungi nomer Susanto lagi. Hari lainnya (malam banget) dengan nomer im3 yang sama ngatain aku gerandong. Hari berikutnya dengan nomer yang sama malah ngajak ketemuan dan ngakunya Ino (nomer aslinya katanya yang as, waktu pertama kali sms) setelah itu aku bertanya-tanya apa antara Ino, Susanto dan kamu bekerja sama? malah setiap malam jam 3, udah 3 hari ini Ino pake nomer as miscall aku. Wah..abis itu aku gak bisa tidur.
Di surat kamu bilang cocok ma aku. Cocok apa? Kamu punya berapa kakak sih? kenapa suratnya harus dikirim ke alamat kakak, bukan ke rumah kamu? Sorry kalo ternyata apa yang kamu bayangkan tentang aku salah, foto aku ini setahun yang lalu, saat main ma temen-temen. Mungkin bulan ini aku gak bisa bales sms kamu lagi, tau sendiri anak sekolah diberi uang buat beli pulsa cuma dikit, paling ( 10ribu-20ribu) tapi kalo kamu mau sms aku ya gak papa, Cuma aku bales dalam hati saja. Kenapa kakak kamu suka usil ma kamu? Kenapa juga kamu belum punya cewek? itu pasti bohong??? Wah lama-lama tulisanku udah mulai ngacau nih, sorry lho! abis udah capek. Met ngerjain skripsi moga lancar. Udah dulu ya suratku kali ini...
Wassalamu alaikum wr.wb
faradiba