Minggu, 16 Agustus 2015

21 Februari 2006

Assalamu alaikum, wr, wb. Kenapa surat kamu cepet banget sampainya? Kalau aku yang kirim, pasti di sekap pak pos dulu kali ya? Soal foto kamu muji apa nyindir? Tahu gak? Pak dhe semarang yang sakit strooke kalau manggil aku munthu. Karena aku hitam, tapi itu dulu, waktu pak dhe belum sakit, sekarang pak dhe gak bisa lihat aku, karena syaraf matanya yang diserang, jadi gak bisa melihat lagi, aku lihat foto aku yang sama teman-teman, senyum semua. Mungkin kamu beruntung dapat yang cemberut, aku pernah mau tanya soal tulisan kamu, aku tahu kamu menulisnya sesuai mood, aku juga kok. Di surat kamu yang 12 lembar dulu ada satu baris yang tulisannya bagus banget, (jangan GR) memang kayak tulisan cewek, yang di cerpen juga bagus, tapi ada juga yang acak-acakan, tapi gak papa, masih bisa di baca kok. Memang aku yang egois, gak berperasaan, masa pingin terus di cintai, tanpa belum mau mencintai, gimana tuh? Lain kali jangan nulis tentang pacaran kamu ma cewek-cewek kamu, karena aku disini gak bisa mewujudkannya, walau kamu disini aku gak akan melakukannya. Rasa simpati yang kamu ceritakan timbul karena keadaannya gimana? Awas jangan berfikir kayak temen aku yang kalah sebelum berperang. Itu konyol. Picik. Semua orang ingin hidup dalam cahaya, tapi temanku malah memilih kegelapan. Padahal teman aku itu masih sangat muda, pandai banget lagi. Soal pakaian aku malah suka pakai hem lengan panjang, jaket jins dan jins. Soalnya celana yang untuk remaja cewek, sekarang kebanyakan jins. Model kulot gak ada yang model remaja, modelnya ibu-ibu. Aku malah gak pernah pakai kaos kalau pergi. Ya paling kalau les atau olah raga. Dirumah pakai kaos terus, kalau pergi ya pakai jins, trus atasan hem atau kaos lengan panjang yang kayak di foto. Pinginnya setelah lulus, aku menutup aurat seperti kakakku, ya walau pake jins. Jangan-jangan kamu kesini nanti juga pake sarung? Bisa diketawain si acoy. Oh ya si acoy udah besar lho. Seneng banget lihat anak kucing itu lari-lari, tidur, seru! Makasih namanya, padahal itukan nama kesayangan dari sahabat kamu. Ibu gak tahu kalau itu nama kamu yang kasih. Pertamanya protes, tapi sekarang ikut panggil acoy. Aku gak bisa gambarkan diriku seperti apa. Aku... gimana ya? Bingung mau gambarkan. Aku suka buat puisi tanpa judul, karena sepertinya gak ada judul yang bisa mewakili puisi aku. Trus judul itukan memudahkan orang memahami isi puisi kita, walau sebenarnya yang tahu seluruh isi puisi itu adalah yang menulisnya sendiri. Maaf aku gak punya kertas putih, lagi habis. Kalau kertas kamu yang dulu, kamu beli sendiri? Kok lucu banget. Puisimu membuat aku harus percaya atau tidak tentang apa yang kamu tulis. Semu, palsu, pendusta, keadaan yang bagaimana yang kau wakilkan dengan kata-kata itu. Hp kamu pasti cepet ngerusak kartu, soalnya aku kemarin pinjem hp temen aku, siemens. Ngisi atau ganti kartunya harus di geser, kan menggores kuningan kartu. Bakan RS amanda, tapi ananda. Kalau kamu kesini gak janjian, terus nyasar, dan ditangkep polisi, aku gak tanggung jawab lho. Katamu kamu kayak temennya M.top/amrozy kan? Aku gak pernah memperlihatkan surat kamu ke orang lain, berat sih. Daripada dibaca mami. Owh... jadi ekspresi kamu waktu bilang yang gak enak di denger/di baca itu sambil ketawa bangga gitu? Disini sakit hati kamunya malah... gak tahu kalau itu kamu ucapkan waktu kita bertemu, pasti aku... Waktu kamu telp aku masih merem. Mau tanya, akunya aja masih kriyep-kriyep, pertama kali waktu telp pakai mentari pagi itu, aku kaget. Gak tahu kenapa, padahal itu kan nomor kamu. Kamu masih punya eyang? Masih lengkap? Aku kan gak berniat ngatur, cuma ngingetin aja, tak beri jadwalku ya : 13-18 maret pra ujian, 20-25 maret ujian praktek, 27 maret penerimaan hasil pra ujian, 3-8 april pra unas, 21-24 april try out, 16-18 april unas, 20 juni pengumuman. Kalau liat jadwal itu, cepet bgt rasanya. Siap gak siap harus siap. Segitu banyak yang harus di pelajari, yang di ujikan hanya 30-40 soal. Kalau beruntung soal yang sudah di pelajari, kalau gak? Udah dulu ya suratku, semoga aku bisa terus membalas surat-suratmu. Akan ku usahakan, biar gak berlarut larut. Tiap suratmu datang, aku akan langsung balas. Tapi gak janji lho. Bentar-bentar, tak coba tuk gambarkan diriku. Tapi gak tahu bener apa gak. Ya kita mungkin sama tapi beda. Aku lebih suka diam di rumah dari pada main ke tetangga. Kalau main ke rumah temen yang jauhan. Kalau gak ditanya, gak ngomong. Lebih suka menyembunyikan isi hati. Gampangke, tapi juga memperumit. Cilik ati, sulit berteman. Ya sekedar teman, ketemu, ngobrol, ya suka milih-milih gitu. Kalau yang keliatan sok, caper, ogah! Aku cuma bisa menggambarkan seperti itu. Jangan semua dipercaya. Aku sendiri gak tahu bener seperti itu apa gak diriku ini. Oh ya cewek kamu dulu berjilbab ya? Pinter lagi. Gak kayak aku. Kamu juga akan kecewa lho. Jangan ngemis cinta padaku, karena aku gak pantas kau mintai cinta. Aku sendiri gak tahu apa arti cinta. Kamu aja salah mengartikan cinta, yang rupanya hanya simpati aja. Beri tahu apa hakekat cinta, yang dimiliki manusia sombong. Cinta sejati yang tulus memberi, Wassalamu alaikum, wr, wb. Duhai cinta tataplah aku disini. Tuhan, siapa dia disana, yang selalu menatapku penuh cinta, ku hanya tahu dia ada, tanpa coba tahu dirinya, tanpa coba tahu yang dirasanya, ku lupa tatapannya, ku tuli akan sesak nafasnya, ku tak hiraukan teriakannya, bagaimana ku seharusnya, lihatkah lautan itu? Dia tertawakan kita, lihatkah gunung-gunung itu? Mereka halangi kita, mereka tak salah, mereka ingin kita bahagia Cinta, maukah kau menatapku, menghampiri ketidakmengertianku, mengetuk hatiku, menerobos asaku, dia menunggu segera hadirmu, tuk obati laranya, tuk membalut lukanya, maafkan aku, ku tak bisa memaksa, ku tak bisa menuntutnya, aku yakin cinta kan singgah, entah kapan, jika dia lari sebelum kau, ku takkan hentikan, ku takkan mengejar, karena ku yang salah,

Selasa, 11 Agustus 2015

09 Februari 2006

Assalamu alaikum wr, wb Happy valentine, semoga gak terlambat atau gak kecepatan ya, kalau pak posnya baik hati pasti tepat waktu, aku lihat temen-temenku sibuk ma coklat, pita, hadiah, dan masih banyak lagi. Tahu gak, aneh rasanya hari yang biasa dilewati berdua, dilewati sendiri, ini valentin pertama yang kulewati ma seseorang, yang tentunya entah berada dimana kamu berada, soalnya tahun lalu aku lewati ma sahabat-sahabatku yang manis-manis. Tapi aku rasa hari apapun, adalah hari kasih sayang kok. Kalau cuma tanggal 14 februari, berarti hari-hari lain kasih sayang berkurang (bercanda). Di hari valentin ini aku mau ucapkan makasih, atas semua cinta, kasih sayang dan juga perhatian dan kejujuran kamu ke aku, aku minta maaf jika aku tak bisa membalas semua yang telah kamu berikan ke aku, makasih juga atas puisi-puisi kamu tentang aku, aku gak tahu harus mengatakan apa tentang puisi-puisi kamu itu, kamu gambarkan aku sebagai sesuatu yang indah, tapi aku gak mau keindahan yang kamu temukan esok tak seindah yang kamu lukiskan di puisi, aku tak ingin kita saling kecewa, walaupun kamu berkata aku sudah tidak memiliki rasa kecewa, sebagai manusia biasa kita pasti memiliki rasa itu, aku gak tahu sebatas apa menyayangi kamu, dan kapan aku wujudkan puisi kamu tuk mencintai tanpa aku tahu akan dirimu, cinta akan datang jika seseorang telah mengenal siapa yang akan dicintainya. Mimpi ini, indah, bahagia, segera bangunkan aku, usik mimpiku ini, jika sang surya telah bertahta, dan ku buka mata, bukan kau yang kulihat, bukan dirimu disampingku, ku takut, dampingi aku, ku meragu, yakinkan aku, ku cemas, tenangkan aku, haruskah ku teruskan mimpiku, bangunkan aku, Mungkin ini surat aku yang terakhir, dalam tiga bulan ke depan, tahu kan kenapa? Maret mid semester, april ujian praktek dan finalnya di mei, doakan aku ya, agar aku dapat melewati tahap ini dengan lancar. Sejak ibu tahu ada seseorang di hati aku, ibu mulai mengurangi rasa kepercayaannya ke aku, aku mulai merasa risih, ibu mulai mengacak-acak buku aku, aku gak tahu beliau membaca surat kamu atau tidak, semoga tidak. sejak aku cerita, suratmu selalu berada di binder, dan ada di tas sekolahku, aku selalu membawa surat kamu, aku gak tahu kenapa ibu kita bersikap sama, mungkin mereka sayang banget sama kita. aku puasa aja, ibu berfikir kalau kamu yang suruh, trus tanya “kok sekarang irul gak pernah sms lagi?” Oh ya, hape sudah kamu bawa terus apa belum? Aku gak bisa sms kamu setiap saat ya? Hape kamu gak bisa getar, kok bisa misscall aku membangunkan seluruh keluargamu? Keras banget suaranya? Maaf ya, kamu jadi kena omel, soal kumbang dan bunga biar waktu yang menjawab, karena waktu selalu menjawab dengan benar, iya kan? Kalau mereka datang kita sambut, jika itu terbaik, dan kita menghindar jika ingin, aku rindu banget kita bisa seperti dulu, ngomong sana, ngomong sini, walau hanya dalam sms, kalau aku lulus nanti surat kamu gimana? Gak mungkin dialamatkan ke sekolah aku lagi kan? Dan gak bisa dialamatkan ke rumahku, iya kalau aku dirumah dan terima surat kamu, kalau ibu yang dirumah dan membaca surat kamu, gimana? Lagian pak pos gak pernah ke rumah aku, jalan ke rumah aku sulit. Kalau dicari orang yang belum tahu lokasinya, sebenarnya dekat dengan jalan raya utama semarang solo. Tapi...
Aku mau cerita, hari rabu kemarin guru bahasa inggrisku mengundang anak-anak sekolah internasional (SI), untuk melatih kami berbahasa inggris secara lisan, yang datang dua kelompok, yang datang pagi masih anak-anak smp. Dan mereka trauma karena dulu pernah datang ke salah satu sekolah di salatiga, dan mereka dicuekin, anak-anak salatiga malah bicara pakai bahasa jawa, kata guruku ada yang tidak mau turun dari bus mereka, mereka di pertemukan dengan anak-anak bahasa dan ips 1. Gak begitu lancar karena anak ips banyak yang lebih suka bicara sendiri, yang datang agak siang sebaya dengan kami, karena takut seperti pagi hari, antara ipa 2 dan ips 2 gak jadi satu, tetap di kelas masing-masing, kami buat kelompok 7-9 anak, lalu ditemani satu tamu dari SI. Kelompokku di temani tamu dari korea, orangnya lucu, temenku sih yang banyak tanya pakai bahasa inggris, kalau aku? Aku gak bisa mengutarakan secara lisan, banyak pertanyaan yang jawabannya malah pakai bahasa indonesia, waktu ditanya apa yang kamu suka dari indonesia, jawabnya lucu banget, “harga-harga murah”, katanya. Rambutnya merah gitu, terus sering garuk-garuk kepala, Itu pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan, walau usia sama tapi badannya tinggi besar melebihi anak-anak indonesia. Kenapa pak kyai kamu tanya gitu ma kamu? Saat mantan kamu keguguran? Sepertinya berprasangka buruk ma kamu, atau kamu memperlihatkan kebencian ma mantan kamu, soal surat kamu tentang si a dan si b aku kira itu kamu, tanggapan aku, kalau allah sudah berkehendak, pasti akan terjadi dan mereka telah ditakdirkan bersama, terus soal jadi guru, kamu pasti pandai bicara, dan aku gak kayak gitu, satu hal lagi yang belum kamu tahu, aku terkenal pendiam di keluargaku, mereka bilang kalau gak ditanya aku gak akan ngomong, rasanya males aja kalau ngobrolnya ma saudara yang usianya terpaut jauh, kayaknya gak ada yang mau di omongin. Soal foto, ini foto kau waktu di ampel, sayang yang lain gak begitu bagus jadinya. Aku sempat bingung, jadi gak kasih kamu foto, kalau kita gak jadi bersama, trus foto aku kamu apakan? Ya akhirnya aku putuskan untuk kasih foto yang ini,simpen baik baik ya, di surat kamu bilang kalau kamu serius dan aku masih pingin happy-happy, lalu apa itu gak membuat kamu merasa kecewa atau sakit hati? Udah dulu ya, suratku kali ini, semoga kita bisa bersua esok, doakan aku ya. Biarlah air terus mengalir Kita ikuta saja kemana dia akan mengalir Wassalamu alaikum, wr, wb. Tuhan, kau tahu apa yang kurasa, dia datang ke dalam hati yang penuh angan, aku tak kuasa, aku tak berdaya, bukan pencinta, bukan pula pembenci, aku hanya kalah dalam perasaan, tuhan, bila kuijinkan, biarlah rasa ini tetap ada, mengisi relung jiwa, menemani semua asa di dada.

Sabtu, 08 Agustus 2015

05 Januari 2006

Asaalamu alaikum, wr. Wb Cepat waktu berlalu kita bertemu lagi dengan januari di tahun yang berbeda, cerita apa ya kali ini? Kamu baca surat ini test semesteranku sudah selesai, seneng sih, tapi pasti hasilnya gak memuaskan. kalau Allah menghendaki terjadi, pasti itu kan terjadi. siang aku masih jalan-jalan ma sahabatku, trus sms kamu, itu aja bahas tentang kamu, yang gak sabar antri di RS, yang pingin pulang, gak jadi berobat, aku yang masih bisa bilang kalau kamu harus tetep berobat, e... paginya malah aku yang sakit, gara-gara sms kamu, yang bangunin pagi, terlalu memaksa kali ya, atau gara-gara pingin berbagi lara ma kamu ya ( gak kok, bercanda) Itu malamnya jam 00.30 wib aku menggigil kedinginan, udah selimutan, pake jaket, tetap dingin. Entah kenapa aku putuskan untuk pindah ma ibu, tentu saja ibu kaget, gak biasanya mau tidur bareng, demam lagi, aku tahu, aku pasti buat panik ibu, aku sering begitu, ibu takut kalau typhus aku kambuh, sulit sih tidur dalam keadaan menggigil, tiap saat terbangun (seperti kamu) tahu gak dimana ayah? Ayah mengalah gantian tidur di kamar aku. Walau aku pindah sambil kedinginan, dan bawa selimut, aku gak lupa bawa hape, kali-kali aja kamu sms, rencana mau bangun pagi, mau belajar, tapi badan lemes, denger sih getaran hape, (yang pasti kamu) tapi mau buka gak kuat, sekitar jam 04.00 wib aku bangun, aku buka sms kamu, kaget sih, kok gak bilang “yang error bukan aku tapi hape aku,” setelah aku baca sms aku ke kamar mandi, keluar dari kamar mandi, semua tampak gelap, buru-buru aku pingin menjatuhkan tubuhku kekasur, e... malah nabrak pintu, jatuh deh, ibu dan ayah makah tambah panik, (kalau ingat itu pingin ketawa, kok bisa nabrak pintu terus jatuh) ingat kalau tes aku tetap berusaha untuk sembuh dalam waktu singkat, aku pikir lagi, kalau aku berangkat sekolah, paksakan untuk tes, malah tambah parah nanti, bener, di rumah aku beberapa kali coba jalan tetep seperti pagi, gelap semua ( tahu gak, aku dirumah sendiri, bahaya banget kan, tiba-tiba jatuh gak ada yang tahu, wah... untung aku gak papa) pasti kamu tanya kemana ibu? Kemana ayah? Ibu ke sekolah untuk ijinkan aku trus daftarkan aku ke puskesmas, cukup lama sih, sedangkan ayah, kemana lagi kalau gak kerja. Satu penyakit lagi daftar di tubuh aku, darah rendah, begini rasanya, pusing, lemes, gelap, Lengkap deh. Tapi aku udah baikan kok, ya itu tadi gak boleh kecapekan, sakit kok ya tepat ama test sih?
Aku percaya ma kamu, aku gak curiga, Cuma pingin tahu aja masa gak boleh? Iya, itu anak, anak kamu, tapi beri penjelasan, anak angkat? anak dari saudara? atau malah masih saudara? soal ke salatiga atau gak, terserah kamu, aku udah capek, kesini syukur, gak ya gak papa, mungkin belum di bolehkan ama Tuhan untuk ketemu, Pagi kamu bantu ditoko, sore ngajar/kuliah, (masih kuliah kan?) malam kadang bantu di toko lagi, atau ke rumah teman? (sampai nginep gak?) kalau gitu kan kamu jarang dirumah, gimana bisa masalah ma rumah? kalau kamu pergi anak kamu gimana? Dulu kakak juga begitu, lebih sering ma temen-temennya, karena dirumah gak ada yang bisa diajak ngobrol, yang se alur ma dia. Enak gak jadi guru? Sulit gak? Dulu kamu belajar jadi guru dimana? Murid kamu banyak ya? Pasti pinter-pinter seperti kamu, kamu bisa segalanya ya? Apa ngajarnya tiap sore? Kalau kamu marah ma anak-anak gimana? Seperti dulu kamu dimarahi ma guru kamu ? jangan galak-galak. Kalau anak nakal itu biasa dan itu lebih baik dari yang pendiam kan? Kalau gak terlalu pandai itu relatif, kamu pasti juga punya ilmu jiwa. Biasanya guru juga punya ilmu jiwa, nanya melulu ya? Gak dijawab semua gak papa kok, kalau liburan aku gak sms kamu gak papa ya? soalnya tahun baru kemarin aku sudah minta uang pulsa, liburan gak dapet uang saku, jadi aku gak bisa beli pulsa, maaf ya... Fotonya besok aja setelah liburan, gak suka diperintah, jangan-jangan otoriter, bosenan, ma foto aku aja udah bosen, gimana dengan orangnya? Males, kegiatan banyak gitu kok males.
Yang... jangan bahas lagi soal sayang dan cinta lagi ya, aku belum berani putus cinta, sakit banget pasti, tapi kalau kamu suatu saat buat aku menyadari bahwa sayangku itu merupakan cinta, itu berarti aku sudah siap untuk putus cinta, seberapa besar cinta kamu untukku? (jangan dijawab dengan lagunya agnes monica) kenapa bisa? (gak dijawab juga gak papa) Dulu kamu pernah akan menikah, kenapa saat itu putuskan untuk itu, padahal usia kamu masih muda, katanya umur 30 masih laku? Cinta banget ya? Udah dulu ya,kalau bales nulisnya jangan di toko, tulisannya jelek, (padahal tulisanku juga jelek) hampir lupa, kertas kamu yang lucu itu punya siapa? Aneh lho cowok punya kertas lucu bgt. Wassalamu alaikum, wr, wb Balasnya jangan waktu liburan sekolah, soalnya sekolahnya tutup. Sampai kapan kita seperti ini, Tanpa tatap mata, Dapatkah ku bertahan, Dapatkah ku tetap berpegang, Tapi... Sampai kapan? Hingga samudra membentang? Hingga puncak lelah? Hingga asa menyapa? Ku tak tahu sampai kapan, Ku harap ku tetap bertahan, Jikalau tidak, Entah apa yang ku putuskan!